Penulis: Dewi "Dedew" Rieka
Penerbit: Gradien Mediatama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978-602-208-145-6
Harga: Rp 49.000,-
Rating: 4/5
Pernahkah kalian merasakan bagaimana menjadi anak kos? Jika pernah berati masa muda kalian sungguh mempesona. Bagaimana tidak? Menjadi anak kos itu tidak mudah dan tidak sulit. Lalu? berjuta rasanya. Disamping kita musti bisa bertahan hidup jauh dari orang tua, kita juga harus bisa adaptasi dengan lingkungan. Salah satu cara agar bisa bertahan hidup adalah menerapkan ilmu "Pengiritan" seperti yang dilakukan oleh para penghuni Kos Puri Cantika 2.
Banyak sekali fenomena yang terjadi ketika kita berada di kos. Salah satu fenomena yang ngehits adalah Rumah Kos Horror, masa sih hari gini percaya sama setan? gak percaya?durhaka... #ehhh
Bangunan bercat merah muda dan bertingkat itu terkenal dengan nama Puri Cantika 2. Kosan legendaris dengan penghuninya yang ajaib dan dodol. Saking dodolnya sampai ada pihak-pihak yang barangkali telah khilaf untuk memfilmkannya. Nah, setelah nongol di layar lebar dengan Anak Kos Dodol The Movie, ganti penghuni tak kasatmata yang ingin unjuk gigi. Sudah ada yang bersaksi bahwa aura kegelapan di kosan Puri Cantika 2 itu, kuat... terlalu kuat. Anak kos baru bahkan memilaih bye-bye ketimbang harus berhadapan dengan makhluk berbadan hijau-besar di pojok kamarnya. Siapa? H..Hulk? Sherk? Sisi lain dari kehidupan anak-anak kos dodol terungkap di buku bertajuk AKD Horror ini. ikin merinding, sekaligus nyengir. Menciutkan nyali namun bikin penasaran. Welcome to Puri Horrortika.
Nah, itu adalah rangkuman dari buku AKD Horror yang kemaren baru aku dapatkan melalui Giveaway yang diadakan oleh penulisnya (Mbak Dedew) katanya sihh syukuran burku horornya terbit gitu.
Setelah aku baca habis dari sampul depan sampai sampul belakang, cerita yang aku dapatkan adalah sebuah kekonyolan penghuni kos Puri Cantika (makhluk kasatmata dan tidak kasatmata).
Perpaduan gaya cerita Humor dan Horror membuat pembaca menjadi enjoy sambil nyengir-nyengir. Penasaran dengan cerita horrornya dan tertawa membaca tingkah para tokohnya.
Penulis mengemas cerita menjadi sebuah antologi dengan sudut pandang yang berbeda setiap ceritanya. Hal ini membuat para pembaca tidak bosan ataupun jenuh dalam membacanya. Akan tetapi jika kita tidak membaca dengan seksama dan tidak sedikit menghayati cerita akan terasa bingung dengan sudut pandangnya.
Bahasa yang digunakan penulis untuk mendeskripsikan sebuah cerita begitu amat ringan dan mudah dipahami.
So, Nggak rugi kalau memilih buku ini sebagai sebuah bacaaan yang menghibur.Mumpung masih anget buruan gih, pergi ke Toko buku terdekat.

tengkyuu dear miyaa :*
ReplyDeleteSama sama kak dew.. jangan lupa book signingnya...hahah
Delete