Penulis: Moammar Emka
Penerbit: EnterMedia
Tahun terbit: 2015
ISBN: 979-780-793-2
Harga: Rp 48.000 (Republik Fiksi)
Rating: 3/5
Awalnya saya penasaran dengan novel ini, karena dari judulnya terbilang unik "Cinta Daur Ulang" sepintas dalam pikiran saya, apa sih yang bisa di daur ulang
dengan cinta? Apakah cinta itu di ibaratkan dengan sampah yang bisa di daur ulang kembali. Di dalam cinta itu terdapat berbagai rasa dari suka, senang, haru, sedih bahkan sakit. Lalu dari sisi mana cinta itu dapat di daur ulang? apakah dari sisi senangnya ataukah dari sisi sedihnya yang meninggalkan sakit dan bekas luka di hati. Karena penasaran dan tanpa mengintip sinopsisnya saya membeli novel ini secara online di republik fiksi dengan iming-iming tanda tangan penulis dan post card.
Untuk kamu dan dia
"karena sejatinya perjalanan adalah ketabahan menunggu; menunggu cinta bertemu."
Sebuah novel yang menceritakan tentang sebuah perjalanan kisah cinta seorang pria yang berusia 30 tahun bernama Sam. Cerita yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini bercerita sangat dinamis dan runut. Mencertakan setiap detail kejadian. Alur yang digunkanan, membawa pembaca untuk mengikuti jalannya cerita. Tapi di awal cerita di ceritakan sebuah flash back cerita dimana tokoh utama (Sam) bertemu dengan seseorang yang memikat hatinya bernama Tanya. Seorang gadis yang di cintainya dan di tunggunya selama dua tahun lamanya. Tapi cinta itu kandas karena Tanya memilih lelaki lain untuk menjadi kekasihnya. Akhirnya, Sam memilih untuk berpacaran dengan Maura. Seorang gadis yang tidak kalah cantik dengan Tanya.
Penulis mebuat latar cerita di Bali. Sebuah pulau yang menyuguhkan keindahan pantainya. Menggambarkan sebuah kemesraan cerita dikala senja datang, sehingga terkesan romantis. Tapi sayang untuk pemberian nama karakter (Tanya) terkadang membingungkan saya sebagai pembaca, jadi harus jeli membedakan kata 'tanya' dengan 'Tanya' yang merupakan sebuah nama dari karakter. Pembedanya memang ada dengan penulisan huruf besar di awal kata sebagai penanda nama dari sebuah karakter. Tetapi kalau tidak jeli bisa miss dan mengulang membacanya lagi.
Ada keganjalan yang saya temukan di dalam buku ini mengenai sudut pandang. Seperti yang saya sebutkan tadi bahwa sudut pandang novel ini adalah orang ketiga. Tetapi ada kerancuan yang terjadi pada cerita tersebut.
Ada keganjalan yang saya temukan di dalam buku ini mengenai sudut pandang. Seperti yang saya sebutkan tadi bahwa sudut pandang novel ini adalah orang ketiga. Tetapi ada kerancuan yang terjadi pada cerita tersebut.
Aku patah saat kusadar kau tela beranjak dari tepiku. Membiarkannku termangu diam tertusuk kecewa. Menyudahi cerita rindu dengan bahagia yang bukan untukku. Hanya ada lara yang tertinggal, satu demi satu membunuh kesetiaanku. Bercampur sepi menyulutkan benci untuk bertahta. (hal : 43)Jika sudut pandang yang diambil penulis adalah sudut pandang orang ketiga maka dalam deskripsi cerita tidak mengunakan kata 'aku'. Atau mungkin itu adalah sebuah ungkapan sajak? jika sebuah ungkapan sajak kenapa tidak di cetak miring seperti ungkapan sajak lain yang berada di dalam cerita ini. Karena buku bang Emka memang banyak menyisipkan sajak-sajak atau puisi yang indah. Salah satu sajak yang saya suka di novel ini.
Lalu, kukecup keningmu di batas malam yang beringsut pagi.
Membawa serta getarmu yang tak usai kuremas dalam riuh cinta yang menggamit segala adamu, tanpa sisa.
Dan ternyata, kaulah satu-satunya, tempatku untuk menitipkan mata dan hati, kini. Mungkin juga, nanti (hal 69).
Konflik yang dibangun oleh penulis adalah konflik batin yang terjadi pada tokoh utama. Sam merasa ragu menjalin hubungannya dengan Maura kekasihnya yang dia anggap pendiam dan tidak bisa membaur dengan teman-temannya. Mungkin perbedaan umur yang dijadikan malasah karena Sam berusia 30 tahun sedangkan Maura baru berusia 19 tahun. Dan hadirnya Tanya di tengah konflik membuat jalan cerita semakin seru.
Bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan cerita sangat mudah di pahami. Cocok untuk pembaca di kalangan remaja dan dewasa.
Cinta Daur Ulang, sesuai dengan judul dari novel ini memang menceritakan adanya cinta yang sempat pergi, ternata sedang mencari jalan kembali. Begitulah review dari novel "Cinta Daur Ulang". Pokoknya kalau penasara buruan cari di gramedia terdekat gih..!!!
No comments:
Post a Comment